Dunia Hewan

Hasil Buruannya Dimangsa, Pria Ini Ngamuk Dan Hantam Seekor Buaya Ganas Hingga Mati Terkapar

Buaya adalah hewan reptile yang terkenal dengan serangannya yang ganas dan mematikan.

Selain hewan predator, hewan karnivora ini habitatnya dapat ditemui daerah perairan seperti rawa-rawa, sungai, danau, dan perairan lainnya.

Buaya juga dikenal sebagai hewan predator yang handal dalam berenang dengan memiliki kecepatan berenang hingga 45 km/jam dalam memburu mangsanya.

Membahas tentang hewan predator ini, pernahkah diantara kalian mendengar seorang nelayan berhasil melumpuhkan seekor buaya buas?

Sebuah rekaman video seorang pria yang menghantam kepala buaya itu menjadi viral di media sosial.

Terlihat dalam gambar, pria tersebut terus menghujamkan martilnya ke kepala buaya ganas tersebut tanpa ampun.

Seorang Pria Hantam Kepala Seekor Buaya Ganas/Via:tribunnews.com

Pria menghantam seekor buaya ganas itu terjadi di Malaysia, ketika kejadiannya sang pria tersebut sedang menebarkan jalanya untuk menangkap ikan.

Seekor buaya air asin yang terperangkap jala nelayan tersebut mati akibat terus dipukuli oleh pria itu, hingga akhirnya kepala buaya tersebut hancur dan retak.

Dilansir Mail Online, kejadian itu diperkirakan terjadi di daerah Sarawak, Malaysia.

Terlihat dalam gambar, buaya itu terperangkap di jaring ikan tersebut, setelah terperangkap barulah buaya itu ditarik ke daratan untuk dieksekusi.

Sempat ditarik ke atas, buaya itu sedikit memberi perlawanan ketika tersangkut dalam jala ikan tersebut, setelah berhasil ditarik, pria itu mengayunkan martilnya ke arah kepala buaya itu secara terus menerus.

Buaya itu sempat mengamuk ketika kepalanya dipukul, namun pria tersebut bukannya takut, ia malah makin beringas memukul buaya itu hingga terkapar.

Akibat hantaman martil tersebut, akhirnya buaya itu perlahan-lahan melemah dan kepalanya mengeluarkan darah begitu deras.

Sempat video itu viral, petugas dari departemen kini tengah melakukan mengidentifikasi pria dalam video itu.

Petugas departemen bernama Susan Yek dari Sawarak Forestry Corporation (SFC) mengatakan “Petugas dari departemen sedang melakukan penyelidikan kasus tersebut. Kami berusaha mendapatkan informasi tempat kejadian tersebut”.

Dirinya mengatakan, para petugas telah dikirim ke daerah di sekitar Pantai Miri, yang diduga sebagai lokasi kejadian pengambilan video.

Dirnya menambahkan “Mereka dalam video dapat dituduh melakukan penyiksaan dan kekerasan terhadap hewan. Mereka seharusnya menelepon pihak berwenang untuk menangani hewan yang terperangkap jaring ikan nelayan tersebut”.

Bagikan ke: