Unik

Para Pelaut Dibuat Bingung Oleh Kemunculan Cahaya Aneh di Laut Jawa

Wowunik.info – Para pelaut di perairan lepas pantai laut Jawa dibuat bingung oleh kemunculan cahaya-cahaya aneh. Mereka menyebutkan jika saat malam hari, laut menjadi bercahaya terang seolah ada lampu-lampu yang berasal dari bawah air.

Fenomena laut bercahaya ini merupakan peristiwa langka. Berdasarkan laporan, hanya sekitar dua atau tiga fenomena laut bercahaya yang terjadi per tahun di seluruh dunia.

Namun, sebagian besar di perairan barat laut Samudra Hindia dan lepas pantai Indonesia. Dan Indonesia dilaporkan menjadi lokasi yang paling sering terjadi peristiwa milky sea ini.

Fenomena laut bercahaya yang memiliki nama lain milky seas ini merupakan bagian terkenal dari cerita rakyat maritim. Ratusan kesaksian pelaut soal penampakan fenomena ini tercatat di abad-19.

Tetapi karena sifatnya yang terpencil dan sulit dipahami, mereka sangat sulit untuk dipelajari dan lebih menjadi bagian dari cerita rakyat daripada menjadi bukti sains.

Namun hipotesis dari para peneliti menyatakan bahwa lautan bercahaya berasal dari bakteri kecil yang menyala secara serempak.

Pengakuan para pelaut

laut jawa bercahaya
laut bercahaya/ via: detik.net.id

Penampakan laut bercahaya di sekitar perairan Indonesia bahkan pernah dituliskan seorang nahkoda kapal asal Amerika yang menemukan fenomena itu di lepas pantai Jawa pada 1854. Ia menggambarkan fenomena tersebut sebagai berikut.

“Seluruh tampilan lautan seperti dataran yang tertutup salju. Awan terlihat jarang di langit. Namun langit…tampak hitam seperti badai mengamuk. Pemandangan itu salah satu kemegahan yang mengerikan, laut telah berubah menjadi berwarna fosfor, dan langit yang digantung dalam kegelapan, bintang-bintang padam, tampaknya menunjukkan bahwa semua alam sedang mempersiapkan untuk kebakaran besar terakhir yang dipercaya terjadi untuk memusnahkan dunia material ini,” berikut tulisan yang tertera dalam catatan Kapten Kingman dari kapal clipper Amerika Shooting Star, lepas pantai Jawa, Indonesia, 1854.

Charles Darwin, seorang pelaut yang sedang berlayar di dekat Amerika Selatan pernah juga menjadi saksi fenomena langka ini. Dia melihat gelombang air bercahaya saat dia berlayar pada malam yang gelap di atas kapal H.M.S. Beagle. Dia menyebutnya sebagai ‘tontonan yang paling indah’.

Dia mengatakan puncak setiap gelombang air itu sangat terang, seperti api yang tengah menyala dan menerangi langit di sepanjang matanya memandang.

Selama abad ke-19 terjadi kurang lebih 200 kali penampakan dari fenomena laut bercahaya. Dan baru satu kali melakukan riset pada permukaan air laut yang mengalami fenomena itu yakni pada 1985.

Saat itu, kru kapal mengumpulkan sampel dan menentukan strain bakteri bercahaya yang disebut Vibrio harveyi yang menjajah alga di permukaan air.

Mikroorganisme penyebab laut menyala?

laut bercahaya
laut bercahaya/IST

Fenomena laut menyala akibat mikroorganisme (bioluminesensi) tidak hanya terjadi di laut lepas, tapi bisa juga terjadi di pinggir pantai. Tapi kedua fenomena ini disebabkan oleh dua mikroorganisme yang berbeda.

Kasus bioluminesensi yang terjadi di dekat pantai, disebabkan oleh organisme kecil yang disebut dinoflagellata. Mikroorganisme ini akan berkedip cemerlang ketika terganggu.

Tapi, bakteri bercahaya yang ada di laut bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda. Begitu populasi mereka menjadi cukup besar, sekitar 100 juta sel individu per mililiter air, mereka semua mulai bersinar dengan terang.

Bagikan ke: