Kisah

“Saya Menjual Ginjal Saya”: Kisah Seorang Ayah Rela Jual Ginjalnya Demi Biaya Perobatan Sang Anak

WOWUNIK.INFO – Perjuangan seorang ayah demi mendapatkan biaya pengobatan putranya yang menderita penyakit utmor ganas berikut ini patut diacungi jempol. Usahanya tidak sia-sia, walau awalnya dia rela menjual ginjalnya demi biaya pengobatan sang anak.

“Ginjal dijual. Saya menjual ginjal saya untuk pengobatan tumor otak anak saya.” Inilah yang ditulis Eli Kristianto pada tanda yang dia pakai di lehernya tahun 2019 yang lalu.

ayah jual ginjal demi pengobatan anak
credit foto: kumparan.com

Putra Kristianto, Elandra Wiguna menderita tumor otak dan telah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani.

Namun, putranya terpaksa kembali ke rumah karena mereka tidak mampu lagi membayar tagihan medis.

Program Kesehatan Nasional Indonesia (BPJS) sebelumnya hanya menutupi sebagian biaya pengobatan Wiguna yang menyebabkan Kristianto mengakumulasi utang sebesar 14 juta rupiah (US$ 994).

tim medis RS Batam
credit foto: kumparan.com

Kristianto tahu bahwa menjual organ adalah ilegal di Indonesia, tetapi karena putranya sangat membutuhkan perawatan medis, dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan.

“Saya bingung, saya tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mencari uang untuk biaya pengobatan anak saya,” katanya waktu itu kepadad kumparan.

Putus asa untuk mengumpulkan uang untuk pengobatan putranya, ayah berusia 59 tahun itu kemudian pergi ke pintu masuk pelabuhan Tanjung Balai Karimun di Riau dan membawa tanda, mengatakan bahwa dia ingin menjual ginjalnya.

Viral di media sosial dan RS mengoperasi secara gratis

Hanya masalah waktu sebelum foto dan kisah memilukannya beredar di media sosial.

Berkat kisah sang ayah yang viral, rumah sakit tempat Wiguna sebelumnya berobat mengumumkan bahwa mereka akan mengoperasinya secara gratis.

ayah jual ginjal demi pengobatan anak
credit foto: kumparan.com

Mereka juga mengatakan bahwa rencana mereka untuk memindahkan Wiguna ke rumah sakit lain di Batam telah dibatalkan.

Pada 1 Juli, Wiguna menjalani operasi pengangkatan tumor otak dengan delapan dokter terlibat dalam operasi berisiko tinggi tersebut.

Operasi berjalan lancar dan dia sekarang dalam kondisi stabil.

Jika Kristianto tidak berani menjual ginjalnya dan pergi ke pelabuhan dengan membawa tanda, mereka mungkin masih kesulitan mencari uang untuk operasi itu.

Apa yang dilakukan Kristianto tidak lain adalah luar biasa dan tanpa pamrih, semua demi nyawa putra tercintanya.

Bagikan ke: